Jl. Pongtiku No. 120 Blok C Lt. 2, Tlp./Fax (0423) 22622 Makale

TORAYA MAELO 2017

Info Seputar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab. Tana Toraja

Jumat, 30 Juni 2017

Pelatihan Keterampilan Membatik Oleh PKK dan DEKRANASDA


Mari kita jadikan BATIK sebagai identitas bangsa Karena..........Batik menjadi icon besar yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia Tak terkecuali di Toraja yang TANPA KITA SADARI MERUPAKAN salah satu warisan Leluhur (Maa’/ Sarita). Sebagai generasi muda kita harus melestarikannya...











-----------  Semangat Sampai Akhir Pelatihan -------------
Prepared By : BATIKTA TORAYA
Makale, 05 s/d 11 Juni 2017
Share:

Mindset - Cara Berpikir


3 x 8 = 23
Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.


Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?"

Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi".
Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan".
Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"
Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"
Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu".
Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: "3x8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia." Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.
Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh."
Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.
Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.
Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.
Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?"
Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh".
Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum."
Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?"
Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu."
Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.
Cerita ini mengingatkan kita:
Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.
Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.
Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.
Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.
Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
Bersikeras melawan atasan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga
Kemenangan bukanlah soal medali, tapi terlebih dulu adalah kemenangan terhadap diri dan lebih penting kemenangan di dalam hati.

By : http://www.nomor1.com
Share:

Destinasi Wisata Toraja

Ollon, terletak di Lembang Bau Kecamatan Bonggakaradeng kira-kira 40 km dari Makale. Merupakan kawasan hamparan padang savana yang sangat indah. Terdapat sungai yang jerni membela kawasan ini.


Bundaran Kolam Makale, Patung Lakipadada yang terletak di tengah kolam Makale adalah ikon Tana Toraja.Letaknya persis di pusat kota dan merupakan tempat bersantai yang cukup nyaman di pagi, sore maupun malam hari. Air mancur yang ada di sekeliling Patung Lakipadada menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para warga maupun wisatawan yang kebetulan sedang bersantai di pinggir Kolam Makale.


Agrowisata Pango-Pango, Kawasan wisata ini berada di puncak Gunung Pango-pango. Itu kenapa nama destinasi wisatanya dinamakan Pango-pango juga. Seperti namanya, ini adalah wisata kebun kopi yang punya pemandangan ke Kota Makale dan Rantepao. Berada di ketinggian 1600 mdpl, hawa sejuk akan menyambut traveler yang datang ke sini.


Patung Kristus Raja Memberkati, Patung Yesus yang berdiri secara keseluruhan setinggi 40 meter di puncak Buntu Burake menghadap Kota Makale digadang-gadang mengalahkan tinggi Patung Kritus Penebus di Brasil karena letaknya berada pada elevasi 1.100 mdpl. Kalau tinggi patungnya saja masih kalah tinggi, namun kalau tinggi dari permukaan laut, monumen di Buntu Burake ini adalah yang tertinggi.


Talondo Tallu, Obyek wisata air terjun talondo tallu yang terletak di dusun sanik lembang balepe' kecamatan malimbong balepe', berjarak 30 kilo meter dari kota Makale. punya keunikanya sendiri yakni air terjun bercabang tiga dengan menawarkan kesejuk alamnya.
Share:

Kamis, 01 Juni 2017

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab. Tana Toraja


SELAMAT DATANG, Selamat Bertugas dan Bergabung dengan Keluarga Besar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab. Tana Toraja, semoga di bawah kepemimpinan Ibu Disperdagrin menjadi lebih baik, serta tetap dalam Lindungan dan Bimbingan Tuhan. Amien.
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Pelatihan Keterampilan Membatik

Pelatihan Keterampilan Membatik
Peserta Pelatihan